Kepopuleran beberapa judul manga, biasanya selalu didukung oleh para produser dengan mengangkatnya ke dalam bentuk anime, dorama, maupun film. Namun biasanya, film dianggap sebagai adaptasi yang paling maksimal.
Di lain pihak, masih ada juga penggemar yang ketakutan kalau film-film yang diadaptasi dari manga akan berakhir kurang memuaskan. Contoh saja Dragon Ball yang sangat jauh dari ekspektasi fans manga seluruh dunia. Padahal filmnya diproduksi di Hollywood.
Lalu apa saja judul-judul film adaptasi manga alias komik Jepang yang dianggap sukses setelah ditayangkan di layar lebar? Berikut daftar yang pernah menjadi sorotan.
Rurouni Kenshin (Samurai X)

Setelah sukses saat diangkat menjadi sebuah anime, akhirnya para sineas pun mengangkatnya ke sebuah layar lebar melalui tangan Studio Swan dengan bantuan distribusi oleh Warner Bros pada 2012. Sekuelnya sendiri dirilis menjadi dua versi pada 2014.
Setelah dirilis ke layar lebar, barulah film adaptasi manga karangan Nobuhiro Watsuki ini menjadi hits oleh karena pendekatannya yang sangat mirip dengan manga maupun anime, baik itu kostum, watak, sampai adegan aksinya.
20th Century Boys

Alhasil, harapan itu terkabul pada 2008 melalui tangan Viz Pictures dan 4Digital Media yang menggarapnya sebanyak tiga seri. Meskipun banyak yang menilai film ini biasa saja, namun watak serta penampilan tokohnya mirip dengan versi manga.
Death Note

Bahkan, penampilan para shinigami yang bertugas sebagai pengawas buku kematian itu pun terlihat sangat hidup walaupun cuma digarap melalui polesan teknologi grafis komputer.
Crows Zero

Bertindak sebagai prekuel manga, film adaptasi bertajuk Crows Zero telah dibuat menjadi tiga buah judul film layar lebar. Banyaknya adegan pertarungan dengan sentuhan humor dan drama menjadi daya tarik tersendiri bagi film ini.
Great Teacher Onizuka

Meskipun bertindak sebagai cerita sendiri, namun Takashi Sorimachi kembali sebagai aktor utama film. Bahkan, beberapa rujukan dari dorama pun tidak disebutkan sama sekali di dalam film yang rilis pada tahun 1999 ini.
Black Butler

Perubahan pun terjadi ketika versi filmnya digarap melalui tangan sutradara Kentaro Otani dan Keiichi Sato. Salah satunya adalah karakter utama perempuan yang menggantikan tokoh anak laki-laki dalam manga. Era filmnya pun berada di beberapa abad setelah kisah manga.
Sayang, beberapa penggemar dan pengamat menganggap film Black Butler kurang memuaskan. Akan tetapi berbagai adegan aksi yang ditampilkan cukup apik.
Beck

Filmnya yang dirilis pada 2010 dengan arahan sutradara Yukihiko Tsutsumi, memiliki nuansa yang nyaris sama seperti versi manga. Sayangnya suara emas salah satu karakternya tidak diperdengarkan saat bernyanyi supaya menambah kesan ajaib.
Devilman

Sayangnya pada 2004, sebuah film live-action tokusatsu yang digembar-gemborkan bakal meledak malah mengecawakan penggemar. Terlebih lagi, unsur tragedi dalam film dianggap terlalu memaksakan dan berlebihan.
0 comments:
Post a Comment